cerita inspirasi

September 16, 2010

Prita Setya Maharani
H14100112
Laskar 15

Sebelum saya masuk ke IPB ada hal-hal yang terjadi di sekitar saya. Saya mengikuti berbagai macam les dari pulang sekolah sampai malam. Saya berusaha untuk memahami setiap pelajaran yang diajarkan di les. Terkadang saya merasa sulit untuk memahami pelajaran tertentu seperti matematika,
Namun saya tidak menyerah. Saya berusaha semaksimal mungkin dengan rajin melakukan latihan soal. Sampai saya bisa memahami pelajaran tersebut. Di sekolah juga ada bimbingan khusus untuk masuk ke perguruan tinggi. Sehingga kita bisa menambah kesiapan kita untuk mengikuti tes perguruan tinggi.
Selain itu di tempat kursus saya setiap satu bulan dua kali diadakan try out untuk mengetahui kemampuan masing-masing anak. Dan hasilnya ditampilkan dalam bentuk peringkat. Adakalanya peringkat saya kurang bagus, tetapi dengan begitu saya jadi mengetahui apa saja kekurangan saya.
Saya pun meningkatkan cara belajar saya terutama di pelajaran yang kurang saya kuasai. Berkat motivasi dan do’a dari orang tua, saya pun berhasil menaikkan peringkat saya. Saya ingin membanggakan orang tua saya dengan bisa masuk universitas negeri.
Saya pun mendengar ada pendaftaran di IPB. Saya mencoba ikut program BUD, dengan bantuan sponsor perusahaan PT.Cargill saya bisa mengikutinya. Dua minggu kemudian hasil diumumkan , hasilnya saya diterima. Alhamdulillah saya bisa membuktikan kepada orang tua saya bahwa saya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri.

Prita Setya Maharani
H14100112
Laskar 15

Saya punya sahabat yang bernama Firdi. Firdi bersekolah di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Dia anaknya lucu, baik hati dan tidak sombong. Firdi orangnya sederhana dan kepintarannya diatas rata-rata. Dengan kepintarannya dia bisa masuk ke jurusan IPA dengan mudah.
Firdi bertempat tinggal di daerah Tanggulangin. Dia juga sering main ke rumah saya sambil sekaligus mengajari saya pelajaran yang kurang saya kuasai. Dia juga sering bermain dengan adik saya, Biasanya saya dan adik saya melihat pertunjukkan sulap yang dia lakukan. Namun kami mulai jarang bertemu karena dia sibuk mengikuti berbagai pendaftaran universitas.
Dia juga mengikuti les di SSC. Biaya pendaftaran universitas yang dikeluarkan cukup besar. Tetapi dia hanya mendaftar di universitas daerah Surabaya. Firdi mengikuti tes pmdk prestasi 1 Universitas Airlangga.
Tes tersebut memiliki syarat yang cukup ketat. Seperti harus peringkat tiga besar, sekolah SBI dan lain-lain. Sekolah Firdi termasuk Sekolah yang Bertaraf Internasional sehingga dia bisa mengikuti pendaftaran tersebut tanpa harus termasuk dalam peringkat tiga besar.
Hari tes pun tiba, dia menjalani tes itu sebaik mungkin. Hasil tes baru diumumkan setelah dua bulan. Selama dua bulan dia menghabiskan waktu dengan berdoa, mengaji dan membantu orangtuanya di rumah.
Dua bulan berlalu begitu cepat, Hasil pengumuman dapat diakses melalui internet. Firdi mengakses webpage yang mengumumkan hasilnya. Dia pun berhasil diterima di jurusan kedokteran gigi dengan biaya yang murah. Dia langsung menelepon saya untuk memberitahukan kabar gembira tersebut. Saya sangat senang mendengarnya. Sahabat saya bisa masuk ke universitas negeri yang dia inginkan.

Filed in Uncategorized at 6:24 am

no comments